Halaman

Pimpinan Pondok Pesantren

23 Jun 2026 Admin

Ustadz Ilman Rizkika lahir di Pandeglang pada tanggal 14 Oktober 1999. Sejak usia dini, beliau telah menempuh pendidikan formal dan nonformal secara beriringan sebagai bekal dalam menuntut ilmu agama maupun ilmu umum.

Pada tahun 2005, beliau memulai pendidikan formal di SD Negeri Sirnagalih 3, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang. Di samping itu, beliau juga aktif mengikuti pendidikan nonformal di Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Banatu Tarbiyah dan Majelis Ta'lim Banatu Tarbiyah di bawah bimbingan Ustadz E. Zaenudin, B.A.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, pada tahun 2011 beliau melanjutkan pendidikan formal di MTs Darul Huda Pusat GIMA. Pada masa yang sama, beliau tetap memperdalam ilmu agama di Majelis Ta'lim Banatu Tarbiyah serta menimba ilmu di Pondok Pesantren Banatu Tarbiyah yang diasuh oleh Ustadz Juned, salah satu murid Ustadz E. Zaenudin, B.A. 

Pada tahun 2015, beliau melanjutkan pendidikan formal di SMK Negeri 8 Pandeglang yang berlokasi di Cihideung. Selama masa tersebut, beliau juga aktif mengikuti pendidikan agama di Pondok Pesantren Al-Ikhtisor yang diasuh oleh Mama KH. Akub.

Setelah menyelesaikan pendidikan di SMK, beliau memilih untuk fokus memperdalam ilmu agama melalui pendidikan pesantren. Beliau menempuh pendidikan selama kurang lebih tiga tahun di Pondok Pesantren Raudlotul Muta'allimin, Kampung Kanaga, Warunggunung, Kabupaten Lebak, di bawah asuhan Ama KH. Romli Gozali dan KH. Rohman. Selanjutnya, beliau melanjutkan pendidikan selama satu tahun di Pondok Pesantren Tsimarut Tafsir, Ajeg Cayur, Balaraja, yang diasuh oleh KH. Ismatullah.

Perjalanan menuntut ilmu kemudian berlanjut ke Pondok Pesantren Minhajul Karomah, Banjar, Jawa Barat, di bawah asuhan KH. Mahmud Mudrikatul Arifin selama kurang lebih tiga tahun. Selain pendidikan formal kepesantrenan tersebut, beliau juga melakukan kunjungan dan studi ke berbagai pesantren di beberapa daerah, di antaranya Pondok Pesantren Darul Ulum Petir, Ciamis, Pondok Pesantren Al-Hasanah Cibeti, Tasikmalaya, serta beberapa pesantren di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai bagian dari proses memperluas wawasan keilmuan dan pengalaman kepesantrenan.

Pada akhir tahun 2024, beliau menikah dengan Nyai Magfiroh, putri kedelapan dari KH. Rohman dan cucu dari Ama KH. Romli Gozali. Setelah melalui perjalanan panjang dalam menuntut ilmu dan mendapatkan bimbingan dari para guru serta masyayikh, beliau kemudian merintis dan mendirikan Pondok Pesantren Salafy As-Syuruq sebagai sarana dakwah, pendidikan, dan pembinaan generasi muda dalam memahami ajaran Islam berdasarkan tradisi keilmuan pesantren salaf.

Kembali ke Beranda Membina Akhlak, Membangun Peradaban.